Kinerja Makro Subsektor Holtikultura Makin Membaik

JawaPos.com – Berbagai kebijakan untuk memacu kinerja subsektor hortikultura tampak membuahkan hasil yang menggembirakan. Beberapa indikator menunjukkan adanya peningkatan jika dibanding tahun 2018, diantaranya peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP), Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) Hortikultura dan produktivitas tenaga kerja hortikultura. “Berdasarkan data BPS, Nilai Tukar Petani (NTP) Hortikultura tahun 2019 sebesar 102,44 atau naik 1,34 persen dibanding tahun 2018 yang mencapai 101,09. Nilai NTP diatas 100 dapat diinterpretasikan bahwa petani sejahtera, atau pendapatannya naik lebih besar dibanding pengeluarannya” terang Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto dalam siaran pers, Jakarta, Minggu (1/3).

 

Nilai NTP-Hortikultura merupakan indikator kemampuan tukar produk yang dijual petani hortikultura dengan produk yang dibutuhkan petani untuk kegiatan produksi dan konsumsi rumah tangganya. NTP hortikultura tahun 2019 meningkat dibanding tahun 2018, artinya kesejahteraan petani hortikultura juga meningkat.

“Gampangnya, kalau nilai NTP-nya diatas 100, artinya indeks yang diterima lebih besar dr indeks yang dibayarkan,” jelasnya.

Untuk Nilai NTUP berfungsi dan menunjukkan adanya peningkatan insentif harga bagi usaha pertanian di subsektor hortikultura. “NTUP meningkat karena indeks harga yang diterima petani hortikultura meningkat lebih besar daripada peningkatan harga input usaha taninya. Dengan kata lain, usahatani di subsektor hortikultura semakin menguntungkan bagi petani. Prospek kedepannya semakin cerah,” ujar dia.

Produktivitas tenaga kerja hortikultura tahun 2019 juga meningkat signifikan hingga Rp 46,3 juta, atau naik 5,87 persen dibanding tahun 2018 sebesar Rp 43,73 juta. Berarti angka produktivitas tenaga kerja subsektor hortikultura tersebut jauh lebih tinggi dibanding rata-rata produktivitas tenaga kerja sektor pertanian umumnya yang baru mencapai Rp 29,24 juta.

“Angka produktivitas tenaga kerja tersebut dihitung berdasarkan nilai PDB atas dasar harga konstan dibagi dengan jumlah tenaga kerja hortikultura. Ini menandakan bahwa penggunaan tenaga kerja di subsektor hortikultura semakin efisien dan produktif, sehingga sanggup menghasilkan nilai tambah yang cukup besar,” sambungnya.

Anton meyakini, membaiknya berbagai indikator makro kinerja subsektor hortikultura tidak lepas dari kebijakan utama Kementan yang dinilai banyak kalangan semakin pro-petani.

“Berbagai kebijakan out of the box Menteri Pertanian diakui menjadi pengungkit membaiknya kinerja pertanian. Contoh, kebijakan Menteri Pertanian Bapak Syahrul Yasin Limpo (SYL) terkait Single Data Pertanian berikut modernisasi teknologi informasi melalui AWR dan Kostratani-nya. Kebijakan tersebut juga mampu menjadi pemantik bagi kepastian berusaha dan berinvestasi di sektor pertanian,” pungkas Anton.

 

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Saifan Zaking

Source : https://www.jawapos.com/ekonomi/01/03/2020/kinerja-makro-subsektor-holtikultura-makin-membaik/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *