Desa Salam Gebang jadi Sentra Durian Bawor

PURWOREJO, KRJOGJA.com –┬áKabupaten Purworejo dikenal sebagai salah satu sentra durian layah Jawa Tengah. Durian varietas lokalnya dikenal memiliki rasa manis legit dengan rasa pahit serta aroma harum. Namun varietas durian lokal membutuhkan waktu lama untuk tumbuh menjadi pohon produktif.

Durian lokal juga tumbuh tinggi dan tidak semua orang bisa memetiknya. Guna mendapatkan buah, petani menunggu durian jatuh karena masak. Kondisi itu membuat sejumlah petani di Desa Salam Kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo mencoba alternatif membudidayakan durian varietas lain. Durian Bawor dari Banyumas menjadi pilihan karena dinilai memiliki buah besar dan pertumbuhan cepat.

Kondisi desa yang kerap kesulitan air saat musim kemarau, tidak menjadi halangan. Sebanyak 20 petani di Salam, dimotori perangkat desa, menanam ratusan pohon sekitar enam tahun lalu. Mereka menerapkan budidaya organik. “Semua pakai organik, menggunakan pupuk kandang yang banyak, terutama setahun awal tanam,” kata petani durian Mukhlas, kepada KRJOGJA.com, Rabu (8/1).

Menurutnya, ketersediaan air memang menjadi kendala, namun bukan berarti petani tidak bisa mengantisipasi. Petani mencoba membuat pompa air sumur dangkal atau mengairi tanaman dengan air sungai. Selain itu, beberapa petani membudidayakan durian pada kebun di bantaran sungai yang kondisinya lebih lembab.

Kegigihan petani membuahkan hasil ketika tanaman mau berbunga dan berbuah memasuki umur empat tahun. Durian yang dihasilkan memiliki bobot antara dua hingga enam kilogram perbutir. Petani terus merawat tanaman hingga mampu berproduksi optimal memasuki tahun ke enam. “Setiap pohon menghasilkan 50 – 70 durian sekali musim panen. Saya punya 20 pohon produktif, hasilnya lumayan bagus,” ungkapnya.

Sekretaris Desa Salam Maulana Amirul Ahmad menambahkan, keberhasilan itu karena petani diarahkan untuk serius menggeluti budidaya durian tersebut. Mereka tidak asal menanam, kemudian dibiarkan tumbuh besar tanpa perawatan. “Tanaman dirawat secara rutin, kami memberikan lebih karena durian ini sangat menjanjikan,” tegasnya.

Petani menjual durian Rp 85 ribu perkilogram buah. Petani belum pernah menjual lewat pedagang besar, namun konsumen datang sendiri ke kebun untuk petik dan makan durian. (Jas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *