Angka Konsumsi Ikan di Kabupaten Magelang Masih Rendah

KBRN, Magelang : Angka konsumsi ikan di wilayah Kabupaten Magelang sangat rendah. Yakni, sebesar 19,05 kg per kapita per tahun, sedangkan idealnya 31 kg per kapita per tahun.

“Angka tersebut masih di bawah capaian angka konsumsi ikan di  Provinsi Jawa Tengah sebesar 31 kg per kapita dan capaian angka konsumsi ikan nasional sebesar 50,54 kg per kapita,” kata anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Vita Ervina pada acara acara Safari Gemar Makan Ikan di Kabupaten Magelang, Kamis (22/4/2021).

Vita mengatakan,  sebagai bahan pangan yang sehat ikan  mengandung protein dan Omega-3, yang juga sangat relevan untuk mendukung menekan angka stunting nasional. Selain itu,  ikan juga menjamin kebutuhan gizi bagi ibu hamil.

Menurutnya, gerakan makan ikan penting dilakukan guna mengenalkan kepada masyarakat, bahwa ikan sangat penting untuk dikonsumsi secara rutin. Baik, bagi ibu hamil maupun anak-anak stunting, agar tubuh menjadi sehat dan kebutuhan gizi bagi tubuh bisa tercukupi.

“Kegiatan safari gemarikan ini bertujuan untuk menyadarkan kembali masyarakat akan pentingnya mengkonsumsi ikan. Apalagi kami sekarang sedang konsen mengentaskan angka stunting dan mendorong angka konsumsi ikan di Kabupaten Magelang,” katanya.

Ia berharap, seluruh komponen bisa bahu-membahu untuk terus mendorong konsumsi ikan di Kabupaten Magelang.

Sementara itu, Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Innes Rahmania mengatakan, tingkat konsumsi ikan secara nasional di tahun 2020 naik 3,47 persen menjadi 56,39 kg/kapita, dibandingkan dengan tahun 2019 lalu sebesar 54,5 kg/kapita.

“Dan  di tahun 2024 mendatang ditargetkan naik menjadi 62,5 kg/perkapita,” katanya.

Menurutnya, masyarakat di Provinsi Maluku tercatat sebagai pengonsumsi ikan tertinggi di Indonesia.

Ia berharap, kampanye gerakan makan ikan tersebut  terus dilakukan, supaya masyarakat memiliki pemikiran, makan ikan itu memang harus diperbanyak.

Adapun, kendala yang dialami dan menyebabkan masyarakat kurang minat makan ikan, karena dipengaruhi oleh mitos-mitos negatif pada zaman nenek moyang dulu.

“Jujur nenek saya bilang jangan makan ikan banyak-banyak nanti cacingan. Ternyata itu adalah doktrin yang diberikan oleh penjajah karena mereka adalah agraris. Jadi,  tidak berfikir laut itu bisa dimanfaatkan proteinnya,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Vita Ervina secara simbolis menyerahkan bantuan berupa paket gemarikan kepada kepada ibu-ibu penggerak PKK Kabupaten Magelang. (Dyas)

Sumber : https://rri.co.id/semarang/1144-daerah/1031433/angka-konsumsi-ikan-di-kabupaten-magelang-masih-rendah?utm_source=news_main&utm_medium=internal_link&utm_campaign=General%20Campaign

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *